
Bojonggede, – Ustadz Aiman, alumni angkatan 2 Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede, Bogor, yang kini melanjutkan studi di Universitas Al-Asmarya Zliten, Libya, baru-baru ini mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam program televisi nasional CNN. Dalam kesempatan tersebut, beliau berbicara mewakili mahasiswa Al-Asmarya mengenai suasana Ramadan di Libya, sebuah negara yang dikenal sebagai “Negeri Sejuta Penghafal Al-Quran.“
Wawancara ini dilakukan pada pukul 16.36 WIB (11.36 CAT), di mana Ustadz Aiman memaparkan keistimewaan bulan Ramadan di Libya. Beliau menjelaskan bahwa selama bulan suci ini, masyarakat Libya lebih banyak mengutamakan ibadah dibandingkan dengan melakukan pekerjaan sehari-hari. Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Libya yang sangat mendalam hubungan spiritualnya dengan agama.
Menurut Ustadz Aiman, selama Ramadan, masjid-masjid di Libya dipenuhi oleh jamaah yang tidak hanya beribadah dalam bentuk salat, tetapi juga aktif mengaji. Banyak warga Libya, baik tua maupun muda, datang ke masjid untuk membaca dan menghafal Al-Quran bersama-sama. Keberadaan penghafal Al-Quran yang sangat banyak di negara ini menjadi salah satu ciri khas Ramadan di Libya, yang mengedepankan kegiatan ibadah dan pengajaran agama.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa suasana Ramadan di Libya sangat kental dengan kebersamaan dan kekhusyukan. Masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah, berdoa, serta memperbanyak membaca Al-Quran, dibandingkan dengan aktivitas duniawi lainnya. Hal ini membuat bulan Ramadan di Libya terasa sangat bermanfaat, baik bagi yang muda maupun yang tua, yang semuanya berfokus pada mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam wawancara tersebut, Ustadz Aiman juga berharap masyarakat Indonesia dapat lebih mengenal betapa istimewanya suasana Ramadan di Libya dan betapa pentingnya untuk menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan ini. Sebagai mahasiswa yang telah merasakan pengalaman Ramadan di Libya, beliau merasa bangga dapat berbagi cerita dan menjadikan kesempatan ini sebagai momen untuk menginspirasi umat Islam di Indonesia agar lebih meningkatkan ibadah selama bulan Ramadan.
Dengan adanya kesempatan ini, diharapkan semakin banyak orang yang mengetahui bagaimana negeri yang kaya dengan tradisi Al-Quran ini merayakan bulan suci dengan penuh kegiatan yang mengandung banyak keberkahan.