
07/05/2025
BOJONGGEDE – Santri akhir sanah angkatan ke-7 Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede telah melaksanakan perjalanan ziarah Wali Songo yang berlangsung selama 3 hari 3 malam, tanggal 5-7 Mei 2025 lalu. Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai bagian dari penutup masa belajar para santri sebelum kembali ke masyarakat.
Perjalanan diawali dengan penuh semangat pada hari pertama menuju Cirebon, tepatnya ke makam Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Ziarah ini menjadi titik awal untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap para ulama dan pejuang dakwah Islam di Nusantara.
Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Demak, berziarah ke makam Sunan Kalijaga (Raden Said), Kesultanan Demak, Makam Raden Patah dan mengunjungi Masjid Agung Demak, yang merupakan salah satu peninggalan sejarah penting penyebaran Islam di Pulau Jawa. Tak berhenti di situ, sore harinya perjalanan berlanjut ke Kudus, untuk berziarah ke makam Sunan Ja’far Shodiq (Sunan Kudus) dan setelah itu bermalam di Pondok Pesantren Daarus Syifa Ploso, Kudus, untuk beristirahat dan menyiapkan tenaga menuju destiasi perjalanan ziarah esok hari.
Hari kedua menjadi momen penyegaran, di mana para santri berwisata ke Jepara, mengunjungi museum, menikmati waktu refleksi dan refreshing. Setelahnya, mereka melanjutkan ziarah ke makam Ratu Kalinyamat, salah satu tokoh penting perempuan dalam sejarah Islam dan kerajaan Jepara.
Masih di Jepara, rombongan juga menyempatkan diri singgah ke Desa Wisata Peteyekan, Kampung Sembada Ukir. Di sana, para santri melihat langsung proses pembuatan ukiran kayu khas Jepara yang telah mendunia. Malam harinya, rombongan kembali bermalam di Daarus Syifa Ploso.
Hari ketiga, perjalanan berlanjut ke Pekalongan. Di kota batik ini, para santri mengunjungi Museum Batik, mengenal lebih dekat warisan budaya Indonesia. dilanjut dengan ziarah penutup yang dilakukan di makam Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Al-Atthas, di kelurahan sapuro, pekalongan barat yang merupakan salah satu ulama besar yang dihormati di daerah tersebut, dan sebagai ulama besar yang membawa pengaruh terhadap perkembangan agama islam di kawasan Pantura Barat.
Setelah seluruh rangkaian selesai, rombongan melakukan perjalanan pulang ke Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor dengan penuh rasa syukur dan haru.
Kegiatan ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga sebagai media refleksi spiritual, memperkuat kecintaan kepada para wali dan ulama, serta memperluas wawasan santri terhadap sejarah Islam dan kebudayaan Nusantara.
Semoga perjalanan ini membawa keberkahan dan menjadi bekal berharga bagi para santri dalam melangkah ke masa depan.
