Khidmat dan Haru Warnai Haflatul Takhorruj Santri Akhir Sanah Angkatan ke-7 Ponpes Nurul Ilmi Bojonggede Bogor
11/05/2025
BOJONGGEDE – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti acara Haflatul Takhorruj atau Haflatul wada santri akhir sanah angkatan ke-7 Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede, Bogor, yang diselenggarakan pada Ahad, 11 Mei 2025 / 13 Dzulqo’dah 1446 H. Acara ini berlangsung di ruangan semi indoor Ponpes Nurul Ilmi dan dihadiri oleh para santri, dewan asatidz, wali santri, serta tamu undangan.
Mengusung tema “Dari Pesantren Menuju Dunia: Menjawab Tantangan Zaman dengan Ilmu, Akhlak, dan Adaptasi”, Haflatul Takhorruj tahun ini menjadi refleksi atas misi besar pondok pesantren dalam membekali para santri tidak hanya dengan ilmu keislaman yang mendalam, namun juga akhlak mulia dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika zaman.
Acara istimewa ini menghadirkan KH. Dr. M. Ilyas Marwal, D.E.S.A.—Koordinator Takhassus S2 Turats Islam Universitas Islam Internasional Indonesia sekaligus Ketua Umum PK-Tren Indonesia—sebagai pemberi mauidzoh hasanah sekaligus menyampaikan orasi ilmiah pelepasan santri kelas 12.
Prosesi dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan sholawat dari para santri yang menghangatkan suasana. Dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri akhir yang berlangsung penuh kekhidmatan.
Dalam sambutannya, KH. Faisal Muhammad Ali Nurdin, Lc., M.A., selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede, menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri dan apresiasi kepada seluruh wali santri serta dewan asatidz. Beliau menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dan niat dalam menuntut ilmu.
“Hari ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari pengabdian. Kalian membawa nama pesantren dan amanah keilmuan, maka jagalah adab, ilmu, dan integritas di mana pun kalian berada,” pesan beliau dengan suara bergetar haru.
Kemudian acara dilanjutkan dengan mauidzoh hasanah dan orasi ilmiah dari KH. Dr. M. Ilyas Marwal. Dalam nasihatnya, beliau menekankan pentingnya peran santri sebagai agen perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman, dengan tetap menjaga akidah, akhlak, dan kedalaman ilmu.
Acara ditutup dengan doa khidmat yang dipimpin oleh KH. Mustofa Mughni, M.A., pengasuh Pondok Pesantren Daarul Mughni Al Maliki, yang menambah nuansa haru di penghujung kegiatan. Usai prosesi resmi, acara dilanjutkan dengan sesi perfotoan bersama sebagai kenang-kenangan bagi para santri dan keluarga.
Segala aspek dekorasi, latar belakang panggung, serta pengelolaan teknis acara ini ditangani langsung oleh para santri Nurul Ilmi, menunjukkan kemandirian dan kreativitas yang terus diasah dalam kehidupan pesantren.
Semoga para alumni angkatan ke-7 ini menjadi insan-insan yang membawa cahaya keilmuan dan akhlak di tengah masyarakat. Selamat dan Sukses