1. Pengertian Umur Panjang dalam Islam
Dalam Islam, umur panjang (ṭūl al-‘umr) tidak semata-mata berarti usia yang lama secara angka, tetapi usia yang diberkahi, yaitu: umur yang dipenuhi ketaatan, amal saleh, dan manfaat bagi diri serta orang lain.
Karena itu, seseorang bisa berumur pendek secara fisik tetapi panjang secara nilai, dan sebaliknya.
- Ukuran umur panjang dalam Islam adalah kualitas, bukan kuantitas semata.
2. Dalil Al-Qur’an tentang Umur dan Keberkahannya
A. Umur di Tangan Allah
﴿وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا﴾
Artinya:
Tidaklah suatu jiwa akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.
(QS. Āli ‘Imrān: 145)
- Menunjukkan bahwa usia telah ditetapkan, tetapi nilai umur ditentukan oleh amal.
B. Umur Panjang Tidak Selalu Bernilai
﴿أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ﴾
Artinya:
Maka apakah kamu melihat jika Kami berikan kenikmatan hidup kepada mereka bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan?
(QS. Asy-Syu‘arā’: 205–206)
- Umur panjang tanpa iman dan amal saleh tidak bernilai.
C. Umur Panjang yang Diberkahi
﴿وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ﴾
Artinya:
Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada keadaan lemah.
(QS. Yāsīn: 68)
- Umur panjang adalah ujian, bukan jaminan kemuliaan.
3. Dalil Hadis tentang Umur Panjang
A. Ukuran Umur Terbaik
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ؟ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
Artinya:
Dikatakan kepada Rasulullah ﷺ: “Siapakah manusia terbaik?”
Beliau bersabda: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.”
(HR. Tirmidzi)
- Inilah definisi inti umur panjang dalam Islam.
B. Umur Terburuk
قِيلَ: فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ؟ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
Artinya:
Ditanyakan: “Lalu siapa manusia terburuk?”
Beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya namun buruk amalnya.”
(HR. Tirmidzi)
C. Umur Bisa “Dipanjangkan” Secara Makna
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya:
Barang siapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.
(HR. Bukhari & Muslim)
4. Penjelasan Ulama tentang Umur Panjang
A. Imam An-Nawawi
Umur panjang yang disebut dalam hadis bisa bermakna hakiki (usia bertambah) atau maknawi (keberkahan umur, amal yang banyak).
B. Ibnu Hajar Al-‘Asqalani
Pemanjangan umur terjadi secara hakikat dalam catatan malaikat, meskipun ilmu Allah telah tetap.
C. Imam Al-Ghazali
Hakikat umur bukan pada lamanya hidup, tetapi berapa banyak hati hidup bersama Allah.
D. Ibnu Rajab Al-Hanbali
Orang yang diberi umur panjang lalu istiqamah dalam taat, itulah nikmat terbesar.
5. Cara-Cara Mendapat Umur Panjang (Bernilai & Diberkahi)
- Menjaga Silaturahmi
( HR. Bukhari & Muslim ) - Bertakwa kepada Allah ﴿وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا﴾
(QS. Ath-Thalāq: 2) Takwa membuka keberkahan hidup. - Istiqamah dalam Amal Saleh
Sedikit tapi terus-menerus lebih dicintai Allah. - Berbakti kepada Orang Tua
Termasuk sebab keberkahan umur dan rezeki. - Menjaga Kesehatan
Karena tubuh adalah amanah, bukan tujuan. - Memanfaatkan Waktu Rasulullah ﷺ bersabda: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ Dua nikmat yang sering dilalaikan: kesehatan dan waktu luang.
(HR. Bukhari)
6. Hikmah Konsep Umur Panjang dalam Islam
- Mendorong kualitas hidup, bukan sekadar lama hidup
- Mengajarkan tanggung jawab atas waktu
- Menanamkan orientasi akhirat
- Menjadi motivasi untuk istiqamah
- Mencegah tertipu oleh usia panjang tanpa amal
- Menjadikan setiap hari bernilai ibadah
Kesimpulan
– Umur panjang dalam Islam adalah umur yang diberkahi, yaitu:
- Panjang usia +
- Baik amal +
- Manfaat bagi sesama +
- Husnul khatimah
– Bukan siapa yang paling lama hidup, tetapi siapa yang paling siap bertemu Allah