by : Reifaldy Irsan Parmato_Mahasiswa STEI SEBI Depok
Pernahkah Anda merasa lelah dengan hiruk pikuk kehidupan modern yang penuh tuntutan? Mungkin sudah saatnya kita kembali pada nilai-nilai sederhana yang diajarkan oleh Islam. Salah satu konsep penting dalam Islam yang dapat memberikan ketenangan hati adalah fikih prioritas. Konsep ini mengajarkan kita untuk bijak dalam memenuhi kebutuhan dan menghindari sikap konsumtif.
Fikih prioritas mengatur urutan pentingnya dalam memenuhi kebutuhan. Secara garis besar, kebutuhan manusia dibagi menjadi tiga:
1. Dharuriyat (Primer): Kebutuhan pokok yang mutlak harus dipenuhi agar kita bisa bertahan hidup, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
2. Hajiyat (Sekunder): Kebutuhan yang bersifat pelengkap dan dapat meningkatkan kualitas hidup, seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi.
3. Tahsinat (Tersier): Kebutuhan yang bersifat mewah dan tidak terlalu penting untuk kelangsungan hidup, seperti barang-barang elektronik terbaru, perhiasan, atau liburan mewah.
Dalam Islam, kita diajarkan untuk memprioritaskan kebutuhan primer. Setelah kebutuhan primer terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan kebutuhan sekunder. Sedangkan kebutuhan tersier sebaiknya dibatasi dan hanya dipenuhi jika memang diperlukan.
Dalil yang Mendukung
Al-Qur’an dan hadis memberikan banyak dalil yang mendukung konsep fikih prioritas. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah:
> “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: 27)
Ayat di atas dengan jelas menunjukkan bahwa sikap boros adalah sifat yang tercela dan dilarang dalam Islam. Pemborosan berarti membelanjakan harta secara berlebihan untuk hal-hal yang tidak perlu, padahal masih banyak orang yang membutuhkan.
Penerapan Fikih Prioritas dalam Kehidupan Sehari-hari
Untuk menerapkan prinsip fikih prioritas dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Berbelanja sesuai kebutuhan: Hindari membeli barang-barang yang tidak diperlukan hanya karena tergiur diskon atau promosi.
- Mendahulukan pendidikan dan kesehatan: Investasikan waktu dan uang untuk meningkatkan kualitas hidup Anda dan keluarga.
- Memilih aktivitas yang bermanfaat: Pilih kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain, seperti belajar, beribadah, atau melakukan kegiatan sosial.
- Menghindari gaya hidup konsumtif: Jangan terjebak dalam budaya konsumerisme yang mendorong kita untuk terus membeli barang-barang baru.
Manfaat Hidup Sederhana
Dengan menerapkan prinsip fikih prioritas, kita akan merasakan banyak manfaat, antara lain:
- Ketenangan hati: Bebas dari kekhawatiran dan kecemasan akibat hutang atau beban materi.
- Kesehatan yang lebih baik: Hidup sederhana biasanya diiringi dengan pola makan yang sehat dan gaya hidup yang aktif.
- Hubungan sosial yang lebih baik: Lebih fokus pada hubungan dengan keluarga dan teman daripada mengejar materi.
- Lebih dekat dengan Allah SWT: Dengan hidup sederhana, kita akan lebih fokus pada ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Kesimpulan
Hidup sederhana ala Islam adalah jalan menuju ketenangan hati dan kebahagiaan sejati. Dengan menerapkan prinsip fikih prioritas, kita dapat mengatur keuangan dengan lebih baik, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup.
Mari kita mulai menerapkan prinsip fikih prioritas dalam kehidupan sehari-hari dan rasakan manfaatnya!