artikel by Rafa Aulia Rizqia (Mahasiswi Aktif STEI SEBI)
Apa itu Self Awareness?
Dr.Tasha Eurich (Organization Psycologist) mendefinisikan self Awareness menjadi 3 poin
- The ability to see and understand ourselves clearly
(Kemampuan kita melihat dan memahami diri sendiri secara jelas ) - How others see US
Bagaimana orang sekita kita melihat kita
3.How we fit into the world
(Bagaimana kita bisa menjadi bagian atau ambil bagian dalam menyelesaikan permasalahan di sekitar kita).
Perspektif menarik dari Dr.Tasha Eurich adalah bagaimana kita dengan semua indentitas kita bisa menjadi bagian dari puzzle yang melengkapi keutuhan puzzle-puzzle lain atau istilahnya “how we fit into the world” karena dasarnya kita adalah makhluk sosial maka memiliki self awareness ini tujuan nya bukan hanya untuk diri sendiri namun dengan mengetahui potensi yang kita miliki justru memecahkan masalah dan menjadi bagian dari solusi, ini sejalan dari sebuah pengertian yang menyebutkan bahwa self Awareness adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri kita dengan “apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan dan berakhir pada tindakan kita” dan pada akhirnya semua tentang apa yang kita lakukan, karena jika masih dalam pikiran dan masih dalam perasaan tanpa kita keluarkan dalam bentuk tindakan dan ucapan misalnya, maka dunia tidak bisa merespon nya. Ide, gagasan, kata-kata jika belum kita ucapkan maka dia masih dalam kendali kita penuh, namun jika dia sudah diucapkan maka bisa jadi kita yang berada dibawah kendali nya, karena kita harus siap dan bertanggung jawab saat lingkungan memberikan respon atas apa yang kita ucapkan dan tindakan yang kita lakukan, dengan kata lain orang yang punya self awareness tentu tau kelebihan dan kekurangan dirinya, hal apa yang ada pada dirinya yang mampu menyelesaikan masalah lingkungan dan orang-orang sekitarnya.
Kenapa Self Awareness penting ?
Setidaknya ada 3 alasan utama mengapa kita perlu lebih mengenal diri kita sendiri
- Confidence, mereka yang lebih self aware cenderung lebih percaya diri dan lebih yakin memperjuangkan cita-citanya. Logika nya ketika kita tau kelebihan, kecerdasan dan keunggulan kita letaknya dimana maka dengan sendiri nya kita akan jauh lebih percaya diri, percaya diri dalam bergaul, dalam mengejar cita-cita, dalam berkolaborasi dengan orang lain, dan percaya diri dalam berbagai hal lain.
Maka saat kita tau keunggulan kita ada dimana dan fokus pada kelebihan kita tadi, maka dengan sendirinya kita akan lebih percaya diri minimal dalam menampilkan diri kita pada lingkungan atau dihadapan orang lain. Untuk itu maka seharusnya tidak ada alasan kita untuk tidak percaya diri.
Jangan-jangan selama ini kita tidak tau kelebihan kita apa dan kita lebih fokus melihat dan mengeksploitasi terhadap kekurangan kita saja. Memang betul bahwa setiap kita punya kekurangan, dan self awareness sebetulnya membuat kita semakin sadar dengan kekurangan kita ada dimana, namun bukankah manusia tidak diciptakan untuk unggul sendirian dalam semua hal?
Untuk apa ada kata kerjasama dan bersama-sama jika kita harus menyelesaikan semuanya sendirian. Kita tidak akan mampu membuat orang di sekitar kita senang dengan keputusan dan kelebihan kita. Dan bukan tugas kita sebagai manusia juga untuk membuat semua manusia senang. Tugas kita adalah segera temukan kelebihan dan keunggulan kita dan segera fokus mengembangkannya. Agar secepatnya kita bisa membuktikan dan menjadi bagian dari solusi atas permasalahan yang terjadi.
Jangan malu jika direnggut percaya diriny hanya karena justifikasi nilai yang itu bukan satu-satunya alat ukur untuk menentukan kelebihan kita , dengan kita punya self Awareness, maka kita akan jauh lebih sadar, kenal dan paham atas keunggulan, kecerdasan dan kelebihan kita dan dengan memiliki self Awareness kita jauh lebih percaya diri, karena hanya mereka yang tidak kenal dengan kemampuannya yang akan insecure, hanya mereka yang tidak tau apa keunggulannya yang akan gampang rapuh untuk mengejar cita-citanya.
Bagaimana kita bisa kenal dengan diri sendiri??
- Tidak gampang membandingkan diri dengan orang lain
Teknologi membuat kita semakin cepat menerima informasi, mungkin hariini isu yang beredar adalah A besok isu itu sudah ditimpa dengan informasi B, dan ketika kecepatan informasi ini sudah ada dalam genggaman kita, maka wajar kalau kita gampang membandingkan diri kita dengan orang lain, membandingkan satu hal dengan hal lainnya.
Namun ada 3 hal yang harus kita fikirkan - Bagaimana kesiapan kita sebagai manusia dalam memegang angan itu apakah kita yang dikendalikan atau kita yang mengendalikan nya
- Respon kita dengan perkembangan dan kecepatan informasi yang beredar
- Bagaimana dampak sikologis terhadap sosial behavior kita, khususnya anak muda .
Saat informasi yang beredar begitu cepat dan kita secara pribadi tidak punya self Awareness, maka otomatis kita akan gampang membandingkan diri kita dengan orang lain. Yang terjadi adalah kita fokus mendengar cerita hidup orang, tanpa melihat dan memaksimalkan cerita hidup kita sendiri. - Karena kita manusia Butuh untuk bertumbuh
Mungkin kalian pernah berpikir kok sekarang sudah jdi mahasiswa tapi ilmu dan pergaulan kita begini-gini saja yaa??
Jawaban nya adalah bisa jd kita tidak punya self Awareness.
Kita tidak tau Starting poin kita dimana, tidak tau keunikan kita dimana, tidak tau sisi lebih apa yang bisa kita tawarkan, sehingga rutunitas kita seperti itu saja. Jika kita saat ini sedang merasa berada di fase ini, maka wajar jika kita merasa bosan dengan apa yang menjadi rutinitas kita. Karena kita sering tidak bertumbuh.
Kata Benjamin Franklin
“If we are Finish Changing then Your Finished”
Saat kita berhenti berubah, berhenti berkembang, berhenti bertumbuh dan berhenti belajar maka kita mati.
Tidak akan pernah ada kata berhenti untuk kita semua mengenali diri sendiri, mereka yang punya self Awareness akan terus berproses dan terus bertumbuh menjadi versi maksimalnya diri masing-masing.