معهد نورالعلم الإسلامي

Pondok Pesantren Nurul Ilmi. Bojonggede Bogor

(Islamic Boarding School)

Seminar Kesantrian Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor : Menumbuhkan Semangat Berkarya dan Melek Digital di Kalangan Santri

Bojonggede, 5 Juli 2025

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor kembali menyelenggarakan kegiatan inspiratif “Seminar Kesantrian” yang mengangkat dua tema kekinian: “Dari Pesantren ke Pentas Dunia: Kisah Santri Jadi Pebisnis Muda” dan “Santri Melek Digital: Terkoneksi Tanpa Kehilangan Jati Diri”. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025 / 9 Muharam 1447 H bertempat di ruangan semi indoor Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pengurus Pondok Pesantren Nurul Ilmi dan IKSANI (Ikatan Keluarga Santri Nurul Ilmi) sebagai bagian dari upaya bersama dalam mempersiapkan santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga tanggap terhadap perkembangan zaman.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber luar biasa yang memberikan sudut pandang luas mengenai peran santri di era modern. Sesi pertama yang berlangsung dari pukul 10.15-12.00 WIB dengan mengusung tema “Dari Pesantren ke Pentas Dunia: Kisah Santri Jadi Pebisnis Muda”, yang disampaikan oleh Eva Marjoli, S.H., seorang entrepreneur, content creator, dan traveler. Dalam penyampaiannya, Eva mengisahkan perjalanan kariernya dari dunia santri menuju dunia bisnis yang kini ia geluti. Ia juga memotivasi para santri untuk tidak ragu bermimpi besar dan membangun usaha sejak muda.

Eva Marjoli, S.H.,

“Santri memiliki modal besar: disiplin, akhlak, dan daya tahan. Jika nilai-nilai ini dibawa ke dunia bisnis, santri tidak hanya akan bertahan, tapi juga bisa memimpin,”

If I and God (Allah SWT) belive ini you, Why You Don’t Belive in Your Self” (Jika Saya dan Allah SWT percaya padamu lalu kenapa kamu tidak percaya pada dirimu sendiri?” ujar Eva penuh semangat.

Sesi kedua dilanjutkan dengan tema “Santri Melek Digital: Terkoneksi Tanpa Kehilangan Jati Diri” yang disampaikan oleh Fitria Maulidiana, S.E., M.E., seorang Pengurus Media FoSSEI Nasional, Kominfo KSEI IsEF 2019/2020, dan Internship Designer at Muslimah Daily. Dalam presentasinya, Fitria mengajak santri untuk cerdas dalam menyikapi era digital tanpa melupakan nilai-nilai luhur pesantren.

Fitria Maulidiana, S.E., M.E

“Menjadi melek digital bukan berarti larut dalam tren, tetapi bagaimana kita bisa hadir di ruang digital dengan identitas dan nilai sebagai santri. Terkoneksi, namun tetap punya jati diri,” papar Fitria.

Acara ini dihadiri oleh para santri putra dan putri, majelis guru, serta para pengurus IKSANI yang turut menyemarakkan suasana. Antusias peserta terlihat jelas dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab serta semangat mendokumentasikan momen-momen penting sepanjang seminar berlangsung.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jembatan antara pesantren, alumni, dan dunia luar. Dengan adanya seminar ini, Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak santri yang tidak hanya alim dan berakhlak mulia, tetapi juga siap menghadapi dunia dengan keterampilan dan wawasan global.