Rezadev2@gmail.com
ABSTRAK
Dalam ekonomi islam, setiap keputusan ekonomi pada tiap-tiap orang terikat daripada nilai-nilai moral dan agama, karena setiap kegiatan senantiasa dilandaskan kepada syariat (berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadits). Kali ini kita akan mempelajari tentang teori permintaan dalam ekonomi islam yang bertujuan untuk mendapatkan kesejahteraan atau kemenangan akhirat (fakah) sebagai turunan dari keyakinan bahwa ada kehidupan yang abadi setelah kematian yaitu kehidupan akhirat, sehingga anggaran yang ada harus disisihkan sebagai bekal untuk kehidupan akhirat.
Keyword : Teori Permintaan ekonomi islam
PENDAHULUAN
Dalam kajian ekonomi secara mikro, pembahasan didasarkan pada perilaku individu sebagai pelaku ekonomi yang berperan menentukan tingkat harga dalam proses mekanisme pasar. Mekanisme pasar itu sendiri adalah interaksi yang terjadi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) baik itu yang dilakukan oleh konsumen maupun produsen, sehingga harga yang diciptakan merupakan perpaduan dari kekuatan masing-masing pihak tersebut.
Oleh karena itu, maka perilaku permintaan dan penawaran merupakan konsep dasar dari kegiatan ekonomi yang lebih luas. Permintaan dan penawaran adalah dua kata yang paling sering digunakan oleh para ekonom, Keduanya merupakan kekuatan-kekuatan yang membuat perekonomian pasar bekerja. Untuk mengetahui bagaimana kebijakan atau peristiwa akan mempengaruhi perekonomian, terlebih dahulu harus dipikirkan tentang pengaruh keduanya terhadap perimintaan dan penawaran
Permintaan dan penawaran merupakan perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi, oleh karena itu Islam mengajarkan kepada manusia dalam berperilaku ekonomi agar sesuai dengan perintah Al-Qur’an dan Hadis. Permintaan erat sekali kaitannya dengan perilaku konsumen, yakni suatu barang/jasa yang diminta oleh konsumen pada akhirnya akan digunakan untuk diambil manfaatnya.
PEMBAHASAN
• Pengertian Teori Permintaan
Menurut Ibnu Taimiyyah, permintaan suatu barang adalah hasrat terhadap sesuatu, yang digambarkan dengan istilah raghbah fi al-syai’. Diartikan juga sebagai jumlah barang yang diminta. Secara garis besar, permintaan dalam ekonomi Islam sama dengan ekonomi konvensional, namun ada prinsip-prinsip tertentu yang harus diperhatikan oleh individu muslim dalam keinginannya. Dalam ajaran islam, orang yang mempunyai uang banyak tidak serta merta diperbolehkan untuk membelanjakan uangnya untuk membeli apa saja dan dalam jumlah berapapun yang diinginkannya. Batasan anggaran (budget constrain) belum cukup dalam membatasi konsumsi. Batasan lain yang harus diperhatikan adalah bahwa seorang muslim tidak berlebihan (israf) dan harus mengutamakan kebaikan (maslahah). Islam tidak menganjurkan permintaan terhadap suatu barang dengan tujuan kemegahan, kemewahan dan kemubadziran. Bahkan islam memerintahkan bagi yang sudah mencapai nisab, untuk menyisihkan dari anggarannya untuk membayar zakat, infak dan shadaqah.
Sedangkan dalam teori ekonomi konvensional, permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Contoh permintaan adalah di pasar tradisional yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar menawar yang cukup lama.
• Faktor Teori Permintaan
Terdapat beberapa fakltor yang memengaruhi teori permintaan, di antaranya:
• Harga komoditas itu sendiri
• Harga komoditas lain yang berkaitan erat dengan komoditas tersebut
• Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat
• Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat
• Citarasa masyarakat
• Jumlah penduduk
Jika harga barang tinggi, permintaan barang akan turun. Sebaliknya, jika harga barang rendah, permintaan barang akan rendah. Biasanya bila stok barang menipis, permintaan penduduk terhadap barang itu meningkat. Jika jumlah konsumen yang minat terhadap suatu barang meningkat, harganya akan naik, begitu pula sebaliknya. kebutuhan suatu barang, jika kebutuhan tinggi maka harga akan tinggi, dan sebaliknya. Jika barang dibeli secara tunai, harga akan turun. Namun, bila dibeli secara kredit, harga akan naik.
Teori permintaan dalam ekonomi Islam dipengaruhi nilai moral, seperti kesederhanaan, Dalam ekonomi syariah, keputusan ekonomi seseorang tidak bisa terlepas dari nilai moral. Tiap tindakan harus senantiasa sesuai dengan ketentuan syariat. Sedangkan teori permintaan konvensional dibatasi oleh variabel pasar, seperti harga, pendapatan, selera masyarakat, dan sebagainya.
KESIMPULAN
Ekonomi merupakan ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi, ada pemahaman tentang ekonomi Islam atau ekonomi syariah. Adalah ilmu yang mempelajari permasalahan ekonomi rakyat, diilhami oleh nilai Islam. Sama seperti ilmu ekonomi pada umumnya, ekonomi syariah juga memiliki pemahaman tentang teori permintaan.
Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta suatu pasar dengan tingkat harga tertentu. Jadi, permintaan bisa diartikan bahwa seseorang bersedia membeli sejumlah barang atau jasa dengan berbagai tingkat harga pada periode tertentu.
TEORI PERMINTAAN DALAM EKONOMI ISLAM
Muhamad Dwiki Reza(42104024)
Rezadev2@gmail.com
ABSTRAK
Dalam ekonomi islam, setiap keputusan ekonomi pada tiap-tiap orang terikat daripada nilai-nilai moral dan agama, karena setiap kegiatan senantiasa dilandaskan kepada syariat (berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadits). Kali ini kita akan mempelajari tentang teori permintaan dalam ekonomi islam yang bertujuan untuk mendapatkan kesejahteraan atau kemenangan akhirat (fakah) sebagai turunan dari keyakinan bahwa ada kehidupan yang abadi setelah kematian yaitu kehidupan akhirat, sehingga anggaran yang ada harus disisihkan sebagai bekal untuk kehidupan akhirat.
Keyword : Teori Permintaan ekonomi islam
PENDAHULUAN
Dalam kajian ekonomi secara mikro, pembahasan didasarkan pada perilaku individu sebagai pelaku ekonomi yang berperan menentukan tingkat harga dalam proses mekanisme pasar. Mekanisme pasar itu sendiri adalah interaksi yang terjadi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) baik itu yang dilakukan oleh konsumen maupun produsen, sehingga harga yang diciptakan merupakan perpaduan dari kekuatan masing-masing pihak tersebut.
Oleh karena itu, maka perilaku permintaan dan penawaran merupakan konsep dasar dari kegiatan ekonomi yang lebih luas. Permintaan dan penawaran adalah dua kata yang paling sering digunakan oleh para ekonom, Keduanya merupakan kekuatan-kekuatan yang membuat perekonomian pasar bekerja. Untuk mengetahui bagaimana kebijakan atau peristiwa akan mempengaruhi perekonomian, terlebih dahulu harus dipikirkan tentang pengaruh keduanya terhadap perimintaan dan penawaran
Permintaan dan penawaran merupakan perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi, oleh karena itu Islam mengajarkan kepada manusia dalam berperilaku ekonomi agar sesuai dengan perintah Al-Qur’an dan Hadis. Permintaan erat sekali kaitannya dengan perilaku konsumen, yakni suatu barang/jasa yang diminta oleh konsumen pada akhirnya akan digunakan untuk diambil manfaatnya.
PEMBAHASAN
• Pengertian Teori Permintaan
Menurut Ibnu Taimiyyah, permintaan suatu barang adalah hasrat terhadap sesuatu, yang digambarkan dengan istilah raghbah fi al-syai’. Diartikan juga sebagai jumlah barang yang diminta. Secara garis besar, permintaan dalam ekonomi Islam sama dengan ekonomi konvensional, namun ada prinsip-prinsip tertentu yang harus diperhatikan oleh individu muslim dalam keinginannya. Dalam ajaran islam, orang yang mempunyai uang banyak tidak serta merta diperbolehkan untuk membelanjakan uangnya untuk membeli apa saja dan dalam jumlah berapapun yang diinginkannya. Batasan anggaran (budget constrain) belum cukup dalam membatasi konsumsi. Batasan lain yang harus diperhatikan adalah bahwa seorang muslim tidak berlebihan (israf) dan harus mengutamakan kebaikan (maslahah). Islam tidak menganjurkan permintaan terhadap suatu barang dengan tujuan kemegahan, kemewahan dan kemubadziran. Bahkan islam memerintahkan bagi yang sudah mencapai nisab, untuk menyisihkan dari anggarannya untuk membayar zakat, infak dan shadaqah.
Sedangkan dalam teori ekonomi konvensional, permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Contoh permintaan adalah di pasar tradisional yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar menawar yang cukup lama.
• Faktor Teori Permintaan
Terdapat beberapa fakltor yang memengaruhi teori permintaan, di antaranya:
• Harga komoditas itu sendiri
• Harga komoditas lain yang berkaitan erat dengan komoditas tersebut
• Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat
• Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat
• Citarasa masyarakat
• Jumlah penduduk
Jika harga barang tinggi, permintaan barang akan turun. Sebaliknya, jika harga barang rendah, permintaan barang akan rendah. Biasanya bila stok barang menipis, permintaan penduduk terhadap barang itu meningkat. Jika jumlah konsumen yang minat terhadap suatu barang meningkat, harganya akan naik, begitu pula sebaliknya. kebutuhan suatu barang, jika kebutuhan tinggi maka harga akan tinggi, dan sebaliknya. Jika barang dibeli secara tunai, harga akan turun. Namun, bila dibeli secara kredit, harga akan naik.
Teori permintaan dalam ekonomi Islam dipengaruhi nilai moral, seperti kesederhanaan, Dalam ekonomi syariah, keputusan ekonomi seseorang tidak bisa terlepas dari nilai moral. Tiap tindakan harus senantiasa sesuai dengan ketentuan syariat. Sedangkan teori permintaan konvensional dibatasi oleh variabel pasar, seperti harga, pendapatan, selera masyarakat, dan sebagainya.
KESIMPULAN
Ekonomi merupakan ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi, ada pemahaman tentang ekonomi Islam atau ekonomi syariah. Adalah ilmu yang mempelajari permasalahan ekonomi rakyat, diilhami oleh nilai Islam. Sama seperti ilmu ekonomi pada umumnya, ekonomi syariah juga memiliki pemahaman tentang teori permintaan.
Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta suatu pasar dengan tingkat harga tertentu. Jadi, permintaan bisa diartikan bahwa seseorang bersedia membeli sejumlah barang atau jasa dengan berbagai tingkat harga pada periode tertentu.
By : Muhamad Dwiki Reza
Mahasiswa Aktif STEI SEBI Depok