Istighosah, Zikir Yasin & Tahlil, serta Doa Bersama di Ponpes Nurul Ilmi Bojonggede Bogor: Mempersembahkan Mahabbah dan Doa untuk Alm. Prof. KH. Syukron Ma'mun
Suasana khusyuk, hening, dan sarat akan getar takdzim menyelimuti Masjid Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor pada Kamis malam Sayyidul Ayyam, 22 Oktober 2026. Selepas shalat berjamaah, ratusan santriwan, santriwati, jajaran dewan asatidz, asatidzah, serta keluarga pengasuh berkumpul dalam satu majelis penuh berkah untuk melantunkan Istighosah, Zikir Surah Yasin, Tahlil, serta Doa Bersama. Majelis munajat akbar ini diniatkan khusus untuk menghadiahkan pahala fatihah dan doa terbaik bagi almarhum guru mulia bangsa, Prof. KH. Syukron Ma'mun bin KH. Ma'mun Nawawi, serta segenap arwah para sesepuh dan keluarga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor.
Jajaran Dewan Asatidz dan Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor Khusyuk Memimpin Zikir dan Doa Bersama
Malam Jumat, 22 Oktober 2026 • Bertempat di Masjid Utama Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor.
Wujud Mahabbah dan Takdzim kepada Sang Singa Podium
Berpulangnya ulama kharismatik kebanggaan umat Islam Indonesia, Prof. KH. Syukron Ma'mun, beberapa hari yang lalu menjadi duka yang teramat mendalam bagi jagat pesantren dan dunia dakwah Nusantara. Ketegasan beliau dalam menyuarakan kebenaran, keluasan sanad keilmuan, serta kecintaan beliau yang tulus kepada para santri telah meninggalkan warisan teladan abadi.
Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor, majelis tahlil dan doa bersama ini merupakan wujud nyata dari adab santri kepada guru dan bentuk birrul walidain spiritual. Meskipun raga sang guru mulia telah berpulang ke haribaan Sang Khalik, ikatan sanad ilmu, doa, dan rasa cinta para santri tidak akan pernah terputus. Melalui bait-bait zikir dan tahlil inilah para santri menyambungkan rindu dan mahabbah mereka.
Untaian Hikmah Majelis Doa
Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor
"Kematian seorang ulama adalah musibah besar bagi umat, namun doa para santri yang saleh adalah pelita yang tak kunjung padam di alam barzakh. Melalui untaian Surat Yasin, dzikir, tahlil, dan istighosah malam ini, kita memohon agar Allah SWT meluaskan kubur guru kita Alm. Prof. KH. Syukron Ma'mun, serta mengalirkan keberkahan perjuangan beliau ke dalam sanubari seluruh santri Nurul Ilmi Bojonggede Bogor."
Ratusan Santri Putra Ponpes Nurul Ilmi Bojonggede Bogor Larut dalam Kekhusyukan Zikir Yasin dan Tahlil
Duduk tertib bersarung dan mengenakan rompi santri Nurul Ilmi Bojonggede Bogor, bersama-sama menengadahkan tangan mengharap maghfirah dan ridha Allah SWT.
Rangkaian Prosesi Istighosah dan Munajat Santri
Rangkaian majelis diawali dengan pembacaan Tawassul Fatihah yang ditujukan kepada Baginda Rasulullah SAW, para sahabat, auliya, ulama salafus sholih, wabil khusus almarhum Prof. KH. Syukron Ma'mun bin KH. Ma'mun Nawawi, serta segenap leluhur dan perintis Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor.
Gemuruh suara santri yang kompak dan syahdu melantunkan bait-bait Surah Yasin menggema di seluruh sudut Masjid Nurul Ilmi, disusul dengan bacaan Kalimat Thayyibah Tahlil dan dzikir Istighosah. Para santri putra tampak menundukkan kepala dengan takzim, meresapi setiap lafal tauhid yang diucapkan, sementara para asatidz di barisan depan khusyuk mengiringi dengan tasbih dan munajat tulus.
Kekhidmatan Santriwati Putri Ponpes Nurul Ilmi Bojonggede Bogor Berbalut Mukena Putih Bersama Para Asatidzah
Duduk bersila dengan meja belajar hijau rapi di Masjid Nurul Ilmi, menghadap kiblat dengan linangan doa dan pengharapan terbaik bagi para masyayikh.
Doa Bersama untuk Keluarga Pengasuh dan Keberkahan Pesantren
Tidak hanya mendoakan almarhum Prof. KH. Syukron Ma'mun, majelis agung ini juga dirangkaikan dengan doa bersama untuk segenap Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Bogor. Santri dan asatidz memohonkan kesehatan, keafiatan, panjang umur yang barakah, kelapangan rizki, serta kemudahan bagi pengasuh dan dewan guru dalam mendidik generasi penerus risalah Islam.
Santriwati putri yang mengenakan mukena putih bersih duduk tertata rapi di saf muslimah bersama para asatidzah. Di depan meja belajar hijau kecil di Masjid Nurul Ilmi, mereka membuka lembaran doa dengan khidmat. Suasana haru sempat menyelimuti ketika doa penutup tahlil dipanjatkan, memohon agar almarhum diterima segala amal kebajikannya, diampuni segala kekhilafannya, dan ditempatkan di Jannatun Na'im bersama para kekasih Allah.
Penutup & Munajat Doa
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
"Ya Allah, ampunilah guru kami, limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepadanya, muliakanlah tempat kembalinya, dan luaskanlah kuburnya. Berikanlah ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan, serta bimbinglah kami para santrinya agar mampu meneruskan jejak langkah dakwah dan keikhlasan beliau. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin."