PSB 2027/2028: Pendaftaran Santri Baru Dibuka
Beranda / Warta / Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Harlah Ponpes Nurul Ilmi Bojonggede Bogor
Pesantren 10 October 2026 • Admin Nurul Ilmi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Harlah Ponpes Nurul Ilmi Bojonggede Bogor

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Harlah Ponpes Nurul Ilmi Bojonggede Bogor

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Harlah ke-13 Ponpes Nurul Ilmi Bojonggede Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

BOGOR, 3 Oktober 2026 — Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede, Kabupaten Bogor, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan perayaan Harlah ke-13 pondok pesantren, pada Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Indoor Sport Center Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Bojonggede, Bogor, ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus merefleksikan perjalanan pengabdian pesantren selama 13 tahun dalam dunia pendidikan Islam.


Diawali Pembacaan Maulid Diba' dan Lantunan Shalawat

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Diba', sebagai ungkapan kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Tradisi pembacaan maulid tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan umat Islam, khususnya di lingkungan pesantren.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Suasana religius yang terbangun melalui rangkaian pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan shalawat menjadi pengantar bagi seluruh rangkaian kegiatan yang mengusung semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan penguatan nilai-nilai pendidikan Islam.

Penampilan Santri dan Alumni Warnai Peringatan Maulid dan Milad Pesantren

Salah satu bagian menarik dalam peringatan tersebut adalah penampilan kemampuan berpidato para santri dan alumni Pondok Pesantren Nurul Ilmi.

Penampilan pidato berbahasa Indonesia disampaikan oleh Najmi Ilman, santri kelas X, Al Mahirah Ash Sholihah, santri kelas VIII, serta Mochammad Ridwan Nurrizieq, alumni Pondok Pesantren Nurul Ilmi angkatan ke-5.

Keikutsertaan para santri dari jenjang pendidikan berbeda, bersama salah seorang alumni, mencerminkan kesinambungan proses pendidikan dan pembinaan karakter yang dilaksanakan di lingkungan pesantren.

Melalui kegiatan pidato, para santri mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, keberanian tampil di hadapan publik, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara terstruktur dan bertanggung jawab.

Tidak hanya menampilkan kemampuan berbahasa Indonesia, kegiatan tersebut juga menghadirkan penampilan berbahasa Jepang oleh dua santri, yakni Hafidz Riziq dan Muhammad Arlen.

Penampilan berbahasa asing tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya pengembangan kompetensi linguistik dan wawasan global bagi para santri, tanpa meninggalkan identitas keislaman dan nilai-nilai kepesantrenan.

Hal ini sejalan dengan tuntutan pendidikan masa kini, yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu agama, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan beradaptasi dengan perkembangan dunia.

Sambutan Pengasuh Pesantren dan Kepala Desa Bojong Baru

Memasuki rangkaian acara berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah tokoh.

Sambutan pertama disampaikan oleh KH. Faisal Muhammad Ali Nurdin, Lc., M.A., selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede, Bogor.

Kehadiran pengasuh pesantren dalam momentum Milad ke-13 memiliki makna penting dalam meneguhkan keberlanjutan perjuangan pendidikan, pembinaan akhlak, dan penguatan peran pesantren di tengah masyarakat.

Peringatan harlah juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan lembaga selama lebih dari satu dasawarsa dalam mengembangkan pendidikan Islam yang memadukan tradisi keilmuan pesantren dengan kebutuhan generasi masa depan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Bukhori, S.Pd.I., selaku Kepala Desa Bojong Baru.

Keterlibatan unsur pemerintah desa dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya hubungan harmonis antara lembaga pendidikan Islam, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam membangun lingkungan sosial yang religius, berpendidikan, dan berkarakter.

Sinergi tersebut merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung keberlanjutan pendidikan pesantren serta memperkuat kontribusinya dalam pembangunan masyarakat.

Prof. KH. Syukron Ma'mun Sampaikan Mauidzah Hasanah

Puncak kegiatan diisi dengan mauidzah hasanah oleh Prof. KH. Syukron Ma'mun, B.A., Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta sekaligus Penasihat Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede, Bogor.

Kehadiran ulama dan tokoh pendidikan Islam tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah ke-13 pesantren.

Secara substansial, peringatan Maulid Nabi merupakan momentum untuk memperdalam pemahaman terhadap keteladanan Rasulullah SAW, terutama dalam membangun pribadi yang memiliki integritas moral, kepedulian sosial, kecerdasan spiritual, dan semangat menuntut ilmu.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21).

Ayat tersebut menegaskan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW semestinya diwujudkan melalui peneladanan akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks pendidikan pesantren, semangat Maulid Nabi memiliki hubungan erat dengan pembentukan generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan spiritual, keluhuran akhlak, serta tanggung jawab sosial.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui pencapaian akademik semata, melainkan juga melalui kemampuan melahirkan manusia yang beradab, amanah, dan bermanfaat bagi sesama.

Milad ke-13: Meneguhkan Peran Pesantren dalam Membangun Generasi Berkarakter

Memasuki usia ke-13, Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede dihadapkan pada tanggung jawab yang semakin besar untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan kompetensi santri, serta mengembangkan kelembagaan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Perjalanan 13 tahun merupakan fase penting bagi sebuah lembaga pendidikan untuk melakukan refleksi, memperkuat identitas, serta merumuskan langkah-langkah pengembangan ke depan.

Di tengah tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan dinamika kehidupan sosial, pesantren memiliki posisi strategis sebagai pusat pembinaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Penampilan para santri dalam kegiatan ini, baik melalui pidato berbahasa Indonesia maupun bahasa Jepang, sekaligus memperlihatkan pentingnya pendidikan yang memberikan ruang bagi pengembangan bakat, potensi, dan kemampuan komunikasi generasi muda.

Perpaduan pendidikan agama, penguatan karakter, dan penguasaan keterampilan menjadi modal penting dalam menyiapkan santri agar mampu berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Ditutup dengan Doa oleh KH. Mustofa Mughni

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Milad ke-13 Pondok Pesantren Nurul Ilmi ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Mustofa Mughni, MA., Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Mughni Al-Maliki, Klapanunggal, Bogor.

Pembacaan doa menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus simbol pengharapan kepada Allah SWT agar Pondok Pesantren Nurul Ilmi senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, serta kekuatan dalam menjalankan amanah pendidikan dan dakwah Islam.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad ke-13 ini diharapkan menjadi titik penguatan semangat seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Ilmi untuk terus menjaga tradisi keilmuan, mengembangkan kualitas pendidikan, serta melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan mulia dalam akhlak.

Sebab, keberhasilan sebuah pesantren tidak semata-mata ditentukan oleh lamanya usia lembaga, tetapi oleh seberapa besar kontribusinya dalam melahirkan manusia berilmu, beradab, beriman, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan.


Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede, Bogor — 3 Oktober 2026.

Bagikan Warta Ini: